mark-adriane-muS2RraYRuQ-unsplash

Kali ini kita akan bicara tentang vibrasi. Vibrasi adalah hal yang punya energi sangat besar untuk mengubah hidup kita. Tetapi, sering kali kita belum belajar untuk mengendalikan vibrasi kita.

Dalam hidup, masing-masing orang memiliki tujuan hidup. Namun, tak jarang beberapa orang bingung ketika ditanya apa tujuan hidupnya. Kebanyakan dari mereka ini belum mengerti apakah passion dan tujuan hidup itu sama atau tidak. Misalnya, dari kecil Anda sudah terbiasa dengan pertanyaan “besok cita-cita ingin menjadi apa?”, lalu Anda menyebutkan salah satu dari berbagai cita-cita klise anak-anak seperti pilot, dokter, tentara, presiden dan berbagai profesi lainnya.

Ketika menjawab ‘pilot’ atau ‘dokter’ atau profesi lainnya, apakah passionnya memang profesi yang disebutkan itu? Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan susulan lagi. Mengapa ingin menjadi pilot? Apa yang membuat Anda tertarik menjadi pilot? Sebagian besar orang kebingungan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Orang-orang ini sebenarnya tidak tahu mereka ingin melakukan apa dalam hidup mereka. Walaupun pada akhirnya mereka bekerja sesuai profesi yang asal disebutkan saat mereka kecil, mereka tidak bahagia.

Ada satu perbedaan antara mimpi dan passion.

Jika saya lemparkan pertanyaan saya kepada Anda sekarang, apa ‘sih tujuan Anda membaca-baca website ini? Apakah jawaban Anda nantinya memang tujuan Anda? Apakah jawabannya sesuai dengan passion Anda? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus Anda jawab dalam perjalanan bisnis Anda nanti agar Anda dapat menjalani hidup Anda dengan lebih berkualitas.

Dalam hidup, hasil yang Anda dapatkan dipengaruhi oleh dua faktor; faktor yang nampak dan faktor yang tidak tampak. Misalnya ketika suatu benda dijatuhkan. Faktor tampaknya adalah pelaku atau sesuatu yang membuat benda itu jatuh, sedangkan faktor tidak tampaknya adalah gravitasi bumi. Maka dari itu, rumus hasil yang Anda terima adalah:

Hasil (H) = Faktor tampak (Pt) + Faktor tidak tampak (Ptt)

Keterangan:

H   : Hasil

Pt  : Perbuatan Tampak

Ptt : Perbuatan Tidak Tampak

Uniknya, ada orang-orang yang sangat dominan pada faktor yang tampaknya saja. Mereka mengejar sesuatu seolah sesuatu itu tidak pernah terkejar, targetnya terus lari, sehingga tidak dapat mendahului atau mengejar targetnya. Ada juga orang-orang yang dominan pada faktor yang tidak tampak. Mereka bekerja dengan sangat santai atau bahkan tidak melakukan apa-apa, tapi tiba-tiba targetnya datang sendiri. Jika disuruh memilih, tentu normalnya Anda akan memilih untuk menjadi tipe orang yang kedua (dominan tidak tampak).

Lantas, bagaimana caranya menjadi golongan orang-orang yang dominan pada faktor tidak tampak?

Anda pasti sering melihat di luar sana, banyak orang-orang yang seolah menjadi “magnet” rezeki. Anda bertanya-tanya, si A ini tidak pernah melakukan apa-apa di rumah, tapi ‘kok bisa membeli mobil? Hal ini sebenarnya bisa Anda pelajari, bukan sekadar berusaha yang tidak jelas. Secara ilmiah, kata Nicola Tesla:

“If you want to find the secrets of the universe, think in terms of energy, frequency and vibration.”

Apabila Anda ingin tahu rahasia alam semesta, bagaimana alam semesta bergerak dan menggerakkan yang lain, Anda perlu berpikir level energi, frekuensi, dan vibrasi. Seperti saat Anda melihat dan mendengarkan seseorang memainkan gitar. Anda mungkin akan merasa rileks mendengar petikan demi petikan gitar tersebut, merasa senang mendengarkan nadanya yang merdu. Ini disebabkan karena adanya energi dan getaran (vibrasi) yang mengalir ke dalam tubuh Anda.

Ada banyak pola di dalam hidup kita, yakni pola orang berhasil dan orang gagal. Orang-orang berhasil memiliki pola bahwa mereka dapat mengendalikan faktor-faktor tidak tampaknya, seakan-akan ia hidup dikejar rezeki, bukan malah mengejar. Vibrasi, sebagai gambarannya, merupakan sebuah ilmu yang ‘tidak tampak’.

Cara sederhana untuk memahami vibrasi adalah dengan melihat ponsel kita.

Anda mengirim SMS kepada teman dengan intonasi marah. Anda mengetik pesan dengan huruf capslock semua. Teman Anda yang membaca mungkin akan merasa terprovokasi atau tersinggung dengan bahasa pesan Anda. Walaupun berjauhan kota, perasaan kecewa teman Anda tidak berbeda. Ponsel bisa menjadi media penyalur vibrasi negatif di antara Anda dan teman Anda. Ponsel memancarkan gelombang ketika mengirimkan pesan, entah itu WhatsApp, BBM, LINE, dan lainnya. Umpamanya Anda menerima pesan dari lawan bicara dengan huruf besar semua dengan tanda seru, seperti berikut ini:

MONYET LU!!!

Anda akan merasakan sesuatu di dalam diri Anda, entah itu perasaan marah atau perasaan yang lainnya, sesuai konteks ketika Anda mendapatkan pesan tersebut. Apabila Anda merasa marah, ini berarti Anda sudah terkena vibrasi marah meskipun Anda tidak bertemu lawan bicara secara langsung. Ketika Anda terkena vibrasi marah tersebut, perasaan Anda saat itu juga akan berubah. Bisa jadi karena Anda menerima pesan itu dengan sangat emosi, sampai-sampai Anda membanting ponsel anda. Inilah hasil dari vibrasi. Sesuatu yang tidak tampak ternyata bisa mempengaruhi hal-hal yang tampak.

Contoh lainnya, ketika Anda meniup air yang tenang. Anda pasti akan melihat riak-riak air yang terbentuk menjadi suatu pola tertentu. Usaha Anda yang tampak yaitu mengerahkan energi dari mulut Anda untuk mengeluarkan angin. Sehingga keluarlah angin dari dalam mulut Anda. Angin itu tidak tampak. Tetapi angin bisa mengubah komposisi air dan pola air ketika angin mengenai air. Ini yang saya sebut hal yang tidak tampak mempengaruhi hal yang tampak. Coba Anda lihat video ini.

Sudah lihat?

Nah, tubuh Anda juga bekerja seperti media penyalur itu. Sebab, ada frekuensi dan vibrasi yang terpancar ketika Anda memikirkan sesuatu dan merasakan emosi tertentu. Tubuh Anda merupakan faktor tampak, sedangkan vibrasinya merupakan faktor tak tampaknya. Jika Anda dapat mengendalikan vibrasi Anda, alam semesta akan membantu Anda. Banyak perubahan yang akan terjadi dalam hidup Anda jika Anda bisa mengendalikan vibrasi yang terpancar dari dalam diri Anda.

Ada orang-orang yang secara tidak sengaja dan tidak sadar memancarkan gelombang vibrasi yang mengubah kehidupannya. Contohnya, salah satu penyanyi papan atas yang menyanyikan lagu tentang perselingkuhan. Ternyata dalam kehidupan si penyanyi tersebut, kisah dalam lagu itu benar-benar terjadi. Apakah sebegitu kuatnya dampak vibrasi dalam hidup? Di satu sisi, ketika si penyanyi menyanyikan lagunya, dia begitu menghayati. Jika Anda menghayati dalam melakukan sesuatu, alam semesta akan bergerak mengikuti vibrasi Anda. Hal-hal yang tidak tampak akan bergerak juga.

Pernahkah Anda merasakan ketika Anda mengejar suatu target tertentu tergetnya seperti bergerak menjauh? Atau sepertinya targetnya sangat jauh. Atau pernahkah anda mengalami peristiwa yang sebaliknya—Anda tidak perlu susah payah mengejar target anda, target anda datang lebih cepat dari sebelumnya. Bahkan ketika anda tidak melakukan apa-apa target anda datang sendiri.

Kalau disuruh memilih, Anda tentunya lebih memilih yang kedua ‘kan? Anda tidak perlu bersusah payah, target datang sendiri. Anda bisa mengulang hal yang kedua itu apabila Anda bisa mengendalikan vibrasi Anda. Dengan Anda mengubah vibrasi kita, itu akan mengubah realitas hidup kita. Urutannya akan saya gambarkan seperti berikut:

Dari diagram di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa ilmu vibrasi sederhananya adalah ketika Anda mau mengubah realita hidup Anda. Maka, hal pertama yang harus diubah adalah pikiran dan emosi Anda.

Vibrasi ini mengubah perilaku kuantum Anda—perilaku pembentuk sel-sel Anda. Apapun yang ada di alam semesta, vibrasi dapat mengubah perilaku kuantum ini. Pikiran dan emosi Anda memancarkan vibrasi. Coba Anda bayangkan hal-hal yang menyenangkan, atau tersenyum dengan tulus pada teman Anda, atau berkumpul dengan teman-teman Anda yang telah sukses dan menginspirasi Anda, tentu hal-hal ini akan memancarkan aura positif di sekeliling Anda. Perubahan perilaku kuantum ini ternyata bisa mengubah realita kehidupan Anda. Ini berarti ada pola yang berubah.

Mark Miller, mahasiswa program doktor dari Brandels University, meneliti tentang pola sel otak kita dengan alam semesta. Menurut Mark, sel otak manusia memiliki pola-pola yang sama dengan alam semesta. Adanya banyak kesamaan ini, akhirnya dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang berada di luar diri Anda sebenarnya dapat diubah dari dalam.

Sementara, Dr. David R. Hawkins yang telah meneliti selama 20 tahun tentang gelombang manusia ini menciptakan spektrum perasaan manusia, yang ditampilkan dalam bentuk tabel tentang level energi manusia yang dihasilkan dari emosi yang mereka pancarkan.

Tabel Perasaan Dr. David Hawkins

Penelitian Dr. David Hawkins ini sangat mujarab. Dia mengatakan bahwa spektrum manusia terbagi dalam dua golongan besar. Golongan positif merupakan power, sedangkan golongan negatif disebut force. Dengan kata lain, power adalah area ketika kekuatan vibrasi seseorang positif. Bisa dilihat dari besarnya angka log yang dituliskan di tabel tersebut. Sedangkan force adalah kekuatan vibrasi seseorang negatif.

Bagaimana cara membedakannya? Jawabannya mudah, yaitu dengan merasakan. Anda tidak perlu menghafalkan tabel di atas, karena Anda sudah dibekali alat canggih untuk mendeteksi vibrasi Anda: HATI (baca: nurani). Aura positif yang membuat perasaan Anda positif, nyaman, tenang, berada dalam golongan power. Sebaliknya, aura negatif, rasa kecewa, sedih, marah, tidak tenang—termasuk dalam golongan force.

Jika Anda masuk ke dalam level force, energi Anda sangatlah sedikit. Ini akan membuat Anda sering kalah. Hati-hati ketika Anda terjebak di area force, Anda akan otomatis mengundang orang-orang lain masuk ke level force, karena Anda akan mengundang energi force lainnya mendekat kepada Anda. Anda akan menjadi magnet masalah dan mengundang orang-orang yang ada di level force lainnya.

Sebaliknya ketika Anda berada di level power. Vibrasi Anda akan mengundang kejadian-kejadian maupun orang-orang yang ada di level power, dan ini menjadikan hidup Anda lebih mudah. Hal ini terjadi dalam kehidupan Anda sehari-hari. Inilah yang akan Anda pelajari. Ketika Anda tahu ada spektrum dalam perasaan Anda, baik itu power atau force, Anda bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan apapun target yang Anda tetapkan. Pengaruh spektrum ini sangat luar biasa, dan cara mengendalikannya sangat sederhana. Yaitu dengan merubah gerakan, merubah posisi duduk, atau bahkan bisa juga lompat-lompat. Our motion create emotion. Gerakan Kita menciptakan emosi Kita. Gampang bukan?

Selamat mencoba!

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo