gene-gallin-SJm90SvVaWU-unsplash

Digitalisasi UMKM sudah didengungkan sejak lama, namun, masa pandemi ini jadi momentum besar bagi UMKM untuk go digital. Teten Masduki diwawancara oleh cnbcindonesia.com membeberkan beberapa data pertumbuhan penting.

“Bisa mempercepat transformasi UMKM untuk go digital. Awal tahun, jumlah UMKM yang terhubung digital baru 13% sekarang 16% 10,2 juta. Sekarang satu kemajuan cukup besar, memang orang Indonesia kepepet baru kreatif, jadi ada hikmahnya,” ujarnya dalam acara “Buka Potensi Bersama Grab” secara virtual di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Pandemi ini menurutnya mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Pola konsumsi yang senang belanja online, sekarang ini menurutnya karena pendapatan menurun, banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang pendapatan turun, pola konsumsi masyarakat lebih prioritas makanan dan minuman hingga pemeliharaan kesehatan.

“Maka teman-teman UMKM yang berhasil adaptasi bisnis, inovasi produk sesuai dengan pola, ini saya kira bisa keluar dari kondisi,” ujarnya.

Dia juga menyinggung terkait Indonesia yang resmi masuk dalam daftar negara yang krisis, karena kuartal kedua dan ketiga berturut-turut minus, ada kontraksi di atas 3%. Meski begitu, jika dibanding dengan negara lain, Indonesia relatif lebih baik.

Dari kejadian ini, 60% pelaku UMKM bergerak di bidang kuliner menurutnya menjadi yang paling berdampak. Menurutnya dengan langkah-langkah seperti inovasi produk dan adaptasi usaha dalam era pandemi ini, mutlak dilakukan.

“Supaya kita bisa tetap survive. Tetap tumbuh,Pemerintah memberikan berbagai bantuan, membantu UMKM survive, mendorong UMKM Naik kelas,” pungkasnya.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo