cnbc-indonesia

Jika kita biasanya mengenal jargon “hemat pangkal kaya”, menurut Raden Pardede dalam sebuah interview oleh cnbcindonesia.com menyebutkan saat ini “kalau hemat justru akan menyebabkan resesi”.

Raden Pardede mengungkapkan, belanja pemerintah itu hanya berkontribusi hanya 8-9 % dari total perekonomian negara. Maka, “Salah satu strategi yang terus dilakukan pemerintah, adalah memperbesar belanja pemerintah. Jadi tingkat penyerapannya kita harapkan sampai 100%”.

Menurut Raden Pardede, kontribusi rumah tangga dan investasi dalam perekonomian negara mencapai hampir 90%. Rumah tangga sekitar 55% di dalamnya. Jadi bagaimana supaya investor dan rumah tangga dan dunia usaha mau belanja, mau melakukan kegiatannya.

“Oleh karena itu, kelompok upper income group ini harus diyakinkan, bahwa program-program kesehatan akan memunculkan kembali kepercayaan mereka untuk berbelanja. Kalau biasanya disebutkan hemat pangkal kaya, saat ini kalau hemat justru akan menyebabkan resesi”, pungkas Raden Pardede dalam Squawk Box oleh CNBC Indonesia.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo