alex-mecl-0Sd09h2Kbso-unsplash

Akibat pandemi Covid-19, banyak aktivitas yang dilakukan dari rumah dan secara online, mulai dari belajar, bekerja, hingga berbelanja. Dampak lain dari pandemi juga mengakibatkan banyaknya karyawan-karyawan yang dirumahkan dan usaha-usaha yang tutup gerai, namun hal tersebut justru tak berlaku pada sektor jasa kurir. Alih-alih merumahkan karyawan, justru jasa kurir semakin melejit saat pandemi.

Pertumbuhan yang positif ini diakui oleh Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi dan Kepala Cabang Utama JNE Solo Bambang Widiatmoko. Dilansir dari republika.co.id, Yukki mengatakan bahwa transaksi pembelian lewat e-commerce mengalami peningkatan 18,1 persen menjadi 98,3 juta dengan total nilai transaksi naik 9,9 persen menjadi Rp20,7 triliun merujuk pada data Kementrian Keuangan.

Menurut Bambang Widiatmoko, peningkatan aktivitas transaksi belanja online sebenarnya sudah meningkat pada awal pandemi yaitu pada bulan Maret dan April lalu. Saat itu banyaknya jumlah pengiriman barang meningkat sampai 30 persen.

“Ini dipengaruhi banyaknya masyarakat beraktivitas di rumah, tetapi tetap melakukan transaski pembelian lewat online” Ujar Bambang.

Bambang menuturkan bahwa sebelum pandemi rata-rata jumlah pengiriman dari Solo ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan, dan sebagian barang dikirim melalui darat dan udara. Namun, saat pandemi pengiriman melalui udara anjlok disebabkan banyak rute penerbangan yang tutup. Sementara pengiriman malalui darat makin meningkat.

Justru momen ini dirasa harus diambil olehnya dan dia berinisiatif untuk memperkuat jumlah armada dengan menambah jumlah truk. Saat ini, pihaknya diperkuat dengan 35 unit armada yang didominasi dari ATPM Isuzu seperti jenis truk Giga dan Elf NKR.

Menurut Bambang, bisnis pengiriman adalah bisnis kepercayaan dan ketepatan waktu. Makanya, armada yang dikerahkan juga harus memiliki keandalan.

“Sebagai pelaku usaha, dibutuhkan kendaraan yang efisien, tetapi untuk bisnis seperti ini, kendaraan yang andal yang benar-benar dibutuhkan. Apalagi, operasional kami 24 jam tanpa henti, sehingga butuh dukungan keandalan,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Wilayah Astra Isuzu Jateng dan DIY Sucipto mengatakan pihaknya terus berusaha melakukan berbagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis sektor logistik dan kurir. Selain itu, juga terus berusaha meningkatkan layanan purna jual dengan menyediakan berbagai suku cadang yang dibutuhkan konsumennya di rute-rute yang dilalui.

“Dengan demikian, jika terjadi kerusakan dan perlu pergantian suku cadang maka dengan mudah dan cepat bisa mendapatkan. Sehingga, tidak terlalu lama mengganggu waktu kerja konsumen,” kata Sucipto.

Diakui, saat masa pandemi pihaknya menggarap serius sektor industri yang masih bertumbuh, seperti logistik. Tren pertumbuhan bisnis sektor logistik dan kurir di Jateng dan DIY diprediksi akan terus berkembang.

Sucipto optimistis bisnis logistik dan kurir masih akan terus meningkat ke depannya pascapandemi Covid-19. Hal itu akan berdampak positif bagi bisnis otomotif secara umum dan Isuzu khususnya.

Berdasarkan data Gaikindo, di sektor otomotif penjualan mobil komersial mengalami pertumbuhan positif, sedangkan secara nasional pangsa pasar varian Isuzu di kendaraan komersial sedang bertumbuh. Pertumbuhan sektor otomotif salah satunya didukung posisi strategis Jateng dan DIY sebagai daerah transit atau penghubung antara wilayah barat dan timur Pulau Jawa yang menggunakan transportasi darat.

Membaiknya pasar otomotif di Jateng dan DIY ikut berimbas pada pangsa pasar Isuzu di wilayah tersebut. Posisi tertinggi berada di wilayah Solo dan sekitarnya dengan pangsa pasar 40,2 persen, disusul DIY 36,2 persen, Pekalongan 30,8 persen, dan Semarang 23,1 persen.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo