saumya-rastogi-kLYVj5Nu51U-unsplash

Apakah kamu sering menemui pramusaji dari gerai resto “Pizza Hut” yang menjajakan pizza di pinggir jalan? Terakhir Saya lihat, penawaran per loyang sekarang hanya Rp 16.500! Gila, makin murah saja harga per loyangnya! Saya pikir, luar biasa dengan kondisi pandemi ini, perusahaan level korporat mau turun ke jalan.

Saya iseng coba beli yang pinggir jalan, yah… ada harga ada rupa ternyata hehehe. Ekspektasi Saya ketinggian, harga segitu pengin dapat sekelas resto. Ngimpi. Tapi, apakah sebegitu anjloknya penjualan di gerai mereka, sehingga, pramusaji harus turun ke jalan?

Dampak Pandemi

Kurniadi Sulistyomo, Corporate Secretary PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemegang lisensi waralaba (franchisee/terwaralaba) Pizza Hut di Indonesia, sebelumnya sudah memaparkan dampak pandemi terhadap kondisi perusahaan, dalam sesi keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/09/2020), dilansir oleh cnbcindonesia.com.

Kurniadi menjelaskan perseroan masih melakukan pembatasan waktu dan jam untuk kegiatan usaha dan operasional outlet restoran, serta pembatasan kapasitas tempat duduk (dine-in) di berbagai wilayah kabupaten atau kotamadya di Indonesia.

Masih Membukukan Laba

Kabar baiknya, perseroan belum melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja), pemotongan gaji atau perumahan karyawan. Perusahaan mengatur penyesuaian shift kerja, khususnya karyawan outlet restoran, menyesuaikan pembatasan waktu kegiatan usaha masing-masing daerah. Meski demikian, jumlah karyawan perusahaan baik tetap dan tidak tetap memang berkurang hingga saat ini menjadi 7.818 dari akhir tahun lalu 8.649 orang.

PZZA mencatatkan 85% penurunan laba bersih, atau menjadi Rp 6,04 miliar. Tahun sebelumnya, tercatat laba bersih Rp 40,17 miliar. Sementara Januari – Maret 2020, Sarimelati membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 955,64 miliar, naik 5,58% dari tahun sebelumnya Rp 902,28 miliar.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo