young client discussing project with executive manager in contemporary workplace

Sering kali ketika baru memulai berbisnis, Kita ini terbiasa one man show, menjadi CEO alias chief everything officer. Itu juga yang kemudian membuat Kita terbawa ketika perusahaan sudah mulai stabil penjualan, akhirnya ketika Kita punya orang yang Kita hire di level MANAGER, itu Kita juga ingin Dia melakukan semuanya. Iya, SEMUANYA!

Tanpa disadari hal inilah yang membuat perusahaan Kita stagnan dan tidak bisa maju. Dan tidak jarang bahkan susah Kita dapat manager. Kita juga akan cenderung menyalahkan mereka. “Woo, dia nggak becus kerjanya. Nggak bisa multitasking!” Mungkin bayangan Kita, jika gaji pegawai Kita katakanlah yang level staff di angka 2 juta. Ketika Kita hire manager gaji 5 juta terus bisa Kita suruh-suruh melakukan hal-hal yang banyak sekalian. “Mumpung gajinya 2x lipat gaji karyawan biasa, ya Aku minta kerja lebih banyak.” Bisa jadi itu yang ada di dalam benak Kita.

parked retro motorbike on city embankment
Ilustrasi motor, Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Pola pikir yang seperti ini lah yang sebenarnya harus mulai Kita benahi. Salah satunya dengan memahami fungsi manajemen itu seperti apa. Management berasal dari bahas Perancis kuno, menagement artinya seni melaksanakan dan mengatur. TEAM seperti sebuah motor Kalau isinya BAN semua, tidak bisa jalan. Atau isinya SPION semua. Harus menjadi satu kesatuan yang melengkapi. Ada BUSI, ada PISTON, ada RODA, ada LAMPU dst. Nah begitu juga dengan seorang yang duduk di level manajer, dia harusnya berfungsi sebagai pengatur. Mari Kita simak bagan dibawah ini:

Idealnya jika dia posisi adalah manajer maka seharusnya paling tidak kegiatan Routine nya hanyalah 40%. 60% itu harusnya membuat Improvement. First line management itu seperti halnya SPV Marketing, SPV Operational, SPV Finance. Jadi levelnya SPV. Adapun level Middle Management harus mulai mikir Breakthrough sekitar 10% dari waktunya. 70% Middle management itu memikirkan improvement tim yang ada dan 20% dia melakukan pekerjaan rutin. Semakin keatas lagi, di jajaran Top Management lebih menantang lagi, 40% harus memikirkan Breakthrough strategy agar bisnisnya bisa berkembang lebih cepat. 60% Improvement untuk pekerjaan yang berjalan. Dan di level ini tidak ada Daily Routine job. Ini berbeda sekali dengan level staff yang dia tidak memikirkan Breakthrough. 80% untuk Routine Job dan 20% improvement.

white mortar and pestle
Ilustrasi sambal, Photo by Rama Khandkar on Pexels.com

Jadi, mulai paham kenapa kalau Kamu selalu menyuruh manajermu ngulek sambel atau pekerjaan yang rutin maka perusahaanmu tidak berkembang? Ya karena mereka harusnya memikirkan improvement atau breakthrough bukan untuk memikirkan daily job. Dan harusnya Kamu juga cari orang yang BISA memikirkan itu. Breakthrough & Improvement.

Berikut Saya lampirkan beberapa gambaran tugas di beberapa level manajerial. Coba Kamu sesuaikan untuk perusahaanmu kira-kira sudah bisa diterapkan atau belum. Karena jika masih baru, mungkin akan ada orang yang menempati beberapa level tertentu. Seperti Owner mungkin masih harus di Komisaris & Direksi / Manajer Puncak.

KOMISARIS

  1. Menetapkan visi, misi, dan nilai atau budaya perusahaan.
    2. Membuat kebijakan (policy) dan mengendalikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam mencapai tujuan perusahaan.

3. Mengawasi direktur utama dalam menjalankan perusahaan memutuskan jumlah anggaran yang diinvestasikan untuk mengembangkan perusahaan

4. Mengontrol jalannya perusahaan melalui laporan keuangan

DIREKSI

  1. Menetapkan rencana besar (SMART GOAL) perusahaan
  2. 2. Menentukan STRATEGI PENCAPAIAN, sesuai budget yang telah disetujui oleh pemegang saham
  3. 3. Menentukan PERFORMA KINERJA yang hendak dicapai oleh perusahaan (KPI)
  4. 4. Menetapkan STRUKTUR ORGANISASI (menyusun job description, menetapkan standar kompetensi u/ tiap jabatan, menempatkan orang yang tepat)
  5. 5. Kinerja direksi diukur berdasar kinerja keuangan

MIDDLE MANAGER

  1. Menerjemahkan strategi dan kebijakan manajer puncak kedalam SASARAN SPESIFIK dan RENCANA TEKNIS agar mudah dilakukan oleh seluruh karyawan.

2. Memanfaatkan dan mengelola semua sumber daya perusahaan secara EFISIEN
3. Menentukan cara terbaik agar setiap aktivitas dilakukan secara EFEKTIF, dan menetapkannya dalam sistem dan prosedur yang baku

4. Mengevaluasi kinerja perusahaan dan menganalisa lebih lanjut untuk perbaikan.

FIRST LINE MANAGER / SPV

  1. Bertanggung jawab langsung terhadap PELAKSANAAN operasi di lapangan Memastikan SUMBERDAYA digunakan secara efisien

2. Memastikan seluruh SISTEM & PROSEDUR dijalankan sebagaimana mestinya
3. Memimpin & mengawasi karyawan non-manajerial dalam setiap proses operasional
4. Melatih, mengarahkan, mengendalikan, memotivasi dan mengevaluasi seluruh kinerja tim

Semakin ada gambaran untuk menyusun bobot kerja di masing-masing level managerial? Selamat memperbaiki sistem di dalam bisnismu ya!

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo