albany-capture-rzMlQi9gWQs-unsplash

Yes, millenials are different. Mungkin saking berbedanya cara berpikir kaum millenial, hal ini membuat frustasi generasi sebelumnya. Padahal, sebetulnya mereka juga pernah mengalami gesekan antar-generasi, yang sering dimunculkan dengan sebuah terms: “Anak jaman sekarang, beda banget!”

Untuk memahami perbedaan ini, kita sedikit runut ke belakang, dimulai dari generasi tertua di tahun 2020 ini: Baby Boomers.

Baby Boomers adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lahir antara tahun 1946 dan 1964. Generasi baby boomer merupakan bagian terbesar dari populasi dunia, SAMPAI akhirnya Millenial melewatinya saat ini. Istilah baby boomer merujuk pada angka kelahiran di seluruh dunia melonjak setelah Perang Dunia II. Selama ledakan, hampir 77 juta bayi lahir di Amerika Serikat saja, yang merupakan hampir 40% dari populasi Amerika.

Generasi X, menurut definisi terluas, mencakup individu-individu yang lahir antara awal 1960-an dan awal 1980-an. Karakter Gen-X masih sering diperdebatkan dan dibahas di kalangan akademisi dan pakar pemasaran di seluruh dunia. Istilah ini secara tradisional berlaku untuk orang Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada); Australia; Inggris; Irlandia dan berbagai negara Eropa lainnya.

Awalnya, Gen-X  disebut Baby Busters karena tahun lahir kami mengikuti ledakan bayi yang dimulai setelah Perang Dunia II. Ledakan tersebut mulai menurun pada tahun 1957 dan selanjutnya dipercepat dengan persetujuan pemerintah Amerika untuk kontrasepsi oral pada tahun 1960. Pada tahun 1965, 6,5 juta wanita menggunakan “pil”, dan pada tahun 1973, aborsi disahkan. 

Generasi Y: Milenial merupakan individu yang lahir antara tahun 1980 dan 2000. Mereka disebut Milenial karena kedekatannya dengan milenium baru dan dibesarkan di era yang lebih digital. Generasi ini dipengaruhi oleh komputer dan penerimaan yang lebih besar terhadap keluarga dan nilai-nilai non-tradisional. Dibanding generasi sebelumnya, satu hal yang membuat Millenial sangat berbeda: EKSPOSUR DIGITAL: Baik teknologinya, maupun media informasinya.

Source: Bappenas

Millenial lahir saat perangkat digital sedang berkembang, dan tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan perangkat digital pula. Millenial begitu intens terekspos teknologi dan media digital, maka preferensi berperilakunya menjadi lebih beragam. Dan, tahukah kamu, di Indonesia jumlah kelahiran masih terus stabil bertambah, yang menyebabkan piramida penduduk Indonesia tergolong “Ekspansif” atau tergolong Piramida Penduduk Muda. Generasi baru akan selalu lebih banyak di kemudian hari.

Gen-X dan Baby Boomers akhirnya menghadapi dua hal: PERUBAHAN GENERASI dan PERUBAHAN TEKNOLOGI itu sendiri. Perubahan Teknologi menuntut Gen-X dan Baby Boomers mengubah model bisnisnya mengikuti perkembangan teknologi, dari cara bisnisnya beroperasi maupun platform bisnisnya. Perubahan Generasi menuntut pemahaman yang lebih beragam tentang budaya kerja bisnis, dan nilai serta tujuan bisnis yang diusung.

Jadi, satu-satunya cara untuk mengelola Generasi Y alias milenial ini, adalah mengikuti ‘cara bermain’ mereka. Sebab, mau tidak mau, baik angkatan kerja maupun konsumen dunia akan semakin muda. Dan, tidak ada angkatan yang lebih dekat dengan kondisi dewasa saat ini, dibanding generasi milenial. Pelajari gaya hidup, gaya bahasa, budaya kerja, dan nilai-nilai dari generasi milenial, biar kamu bisa lebih engage dengan mereka. 😉

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo