chase-chappell-4Hv6CF1NCjY-unsplash

Oke, melanjutkan pembahasan Negosiasi minggu lalu.

Btw sudah ada yang mraktekkan? Kalau belum saran Saya segera dipraktekkan dan ikut games ala Kyle Macdonald seperti halnya tim The Pengusaha ya. Dan Kita lihat nanti sebulan dapet apa dan setahun dapet apa;)

Prinsip keempat: Buat Pihak Lawan Berkomitmen Dulu

Menjadi seorang negosiator ahli akan tahu bahwa Kamu akan berada di posisi yang lebih baik apabila pihak lawan negosiasi memberi penawaran lebih dulu. Kenapa? Karena siapa tahu penawaran pertama mereka mungkin jauh lebih baik daipada yang Kita duga (ingat the maps is not the territory).

Penawaran pertama mereka itu memberi Kita informasi mengenai kondisi lawan negosiasi sebelum Kita mengatakan sesuatu kepada mereka. hal ini juga memungkinkan Kita untuk melakukan bracketing terhadap penawaran mereka. Apa itu bracketing? Bracketing adalah batas penawaran Kita.

Contoh jika ada orang jual mobil harga 150juta, Kita ingin beli dengan harga 130juta. Kita bikin penawaran pembuka di angka 110juta. Atau semisal Kita ingin beli meja kantor. Ada yang menawari Kita harga 4 juta. Kita berpikir harga yang pas adalah 3,25juta maka Kita akan bilang ke yang jual meja kalau Kita tidak mau bila harga itu melampaui 2,5 juta.

Nah ketika mereka akhirnya melakukan splitting the difference, mereka akan mendapat apa yang mereka inginkan. misal kita menjual barang, lalu ada yang menawar 160ribu. Kita merasa harga yang pantas adalah 170ribu. Tehnik bracketing itu mengharuskan Kita membuat penawaran di angka 180ribu. Jadi biasanya lawan negosiasi akan mengambil jalan tengah (splitting the difference) yaitu di 170ribu. Sehingga Kita masih menang.

Prinsip kelima: Berpura-pura bodoh itu pintar

Bagi seorang negosiator ahli, ketika bernegosiasi, dia akan berpura2 tahu lebih sedikit daripada pihak lawan. Semakin Kita berpura-pura bodoh, semakin baik posisi Kita dalam negosiasi. Kenapa demikian?

Dengan beberapa pengecualian, manusia cenderung membantu orang yang mereka anggap kurang pintar atau kurang tahu daripada memanfaatkan keuntungan dari mereka. tentu saja ada juga yang kejam dan tega mengambil keuntungan, tapi kebanyakan orang ingin bersaing dengan orang yang mereka anggap lebih pintar dan menolong orang yang mereka anggap kurang pintar.

Contoh kalimat yang bisa dipakai misalnya “Saya tidak tahu, bagaimana menurut Anda?” prakteknya semisal pihak lawan negosiasi bertanya kepada Kita, “Pak Yadi, kok ada yang rancu dalam kontrak ini ya?” Kita bisa menanggapi dengan semisal “Rancu… rancu… hmmm, sepertinya Saya pernah mendengar kata itu sebelumnya, tapi Saya tidak merasa yakin apa artinya. Bisakah Anda menjelaskan kepada saya?”.

Atau bisa juga Kita berkata “Bersediakah Anda menjelaskannya sekali lagi? Saya tahu Anda telah menjelaskannya beberapa kali, tapi karena beberapa alasan Saya tidak dapat memahaminya. Anda tidak keberatan bukan?” Hal ini akan membuat pihak lawan berpikir: “Betapa anehnya orang yang Saya hadapi ini.” Dengan cara itu, Kita bisa menurunkan semangat bersaing atau semangat mengalahkan lawan negosiasi Kita dan pihak lawan berhenti melawan lalu mulai membantu Kita.

Prinsip keenam: Jangan biarkan pihak lawan menulis kontrak

Ketika bernegosiasi, kadang kita melakukan secara verbal lalu kemudian hal2 tersebut ditulis sehingga kedua belah pihak dapat melihatnya kembali dan menyetujuinya. Selalu pegang prinsip ini: Kitalah yang harus menulis kontraknya. Kenapa? Karena selalu ada hal2 yang terlupakan atau terabaikan saat Kita melakukan negosiasi secara verbal. Dengan menulis kontraknya maka Kita memiliki keuntungan yang jauh lebih besar. Karena Kita bisa memikirkan kemungkinan2 yang terjadi saat penulisannya. Sedangkan orang lain tidak.

Prinsip ketujuh: Bacalah kontrak setiap waktu

Pernah berurusan dengan Bank? Nah, banyak yang males membaca kontrak yang disodorkan bank karena tebal. Atau ketika Anda membuat akun Facebook, apakah Anda membaca term & policy nya? Sepertinya langsung oke oke aja ya hehehe. Nah di dalam negosiasi Kita harus benar2 membaca kontrak yang ada. Pastikan tidak ada perubahan yang akhirnya merugikan Kita. Memang sih, Kita bisa memperkarakan ke meja hijau kalau lawan kita menipu kita, tetapi kalau Kita bisa menghilangkan kemungkinan kesulitan seperti itu bukankah lebih baik?

Prinsip kedelapan: Funny Money

Indihome kalau tidak salah pernah menggunakan strategi ini dalam campaign marketingnya. Mereka merincikan biaya internet perhari hanya 10 ribu rupiah. Jadi Funny money ini adalah memecah angka sesungguhnya hingga terlihat lebih murah dibanding aslinya. Pagi tadi Saya habis membeli kran wastafel rumah Saya yang setahun ini sudah ganti 3x. harganya lumayan bikin kaget karena Saya biasanya hanya beli 80-100ribu saja di toko besi dekat rumah. Ini harga yang ditawarkan hingga 800 ribu untuk kran wastafel. Akan tetapi yang jual bilang bahwa karena kran ini bergaransi 3 tahun maka lebih murah daripada energi dan biaya yang Saya habiskan setiap tahun. Dia menghitung jika 700 dibagi 3 adalah 233ribu. Sedangkan Saya sendiri setahun ini sudah keluar biaya 300ribu untuk ganti kran. Belum biaya parkir, bensin dan jengkel karena kran terus rusak.

Dengan mencacah angka menjadi bilangan lebih kecil maka valuenya jadi naik, dan akhirnya Saya beli juga kran seharga 700ribu itu. Beberapa contoh lainnya misalkan

  • – Suku bunga dinyatakan dalam persentase bukan dalam rupiah.
  • – Biaya per bata, per ubin atau per meter persegi daripada biaya total.
  • – Kenaikan bayar per jam untuk setiap orang daripada kenaikan tahunan perusahaan
  • – Harga tanah dinyatakan dengan pembayaran bulanan.

Prinsip negosiasi kesembilan: Orang percaya akan apa yang mereka lihat secara tertulis

Ini rahasianya, kata2 yang tercetak ternyata punya pengaruh atau kekuatan yang besar dariapa hanya mendengarnya. Contohnya adalah jaringan hotel Holiday Inn dulu sering mengalami saat yang tidak menyenangkan waktu meminta orang untuk check out dari kamarnya pada jam 12 siang. Hingga akhirnya mereka menuliskan batas check put dan memasang tanda tersebut dibalik pintu kamarnya. Sekarang, 97% tamu check out dari kamar tepat pada waktunya, tanpa ada pertanyaan sedikit pun karena kata2 tertulis sangat bisa dipercaya. Ini juga berlaku di modern market seperti alfamart / indomaret / superindo. Disana tidak ada tawar menawar harga karena semua sudah ada label harganya.

Prinsip kesepuluh: Berkonsentrasilah kepada ISSUE-nya

Seorang ahli negosiasi tahu bahwa mereka harus selalu berkonsentrasi pada issue (pokok permasalahan) dan tidak teralihkan perhatiannya oleh tindakan2 negosiasi lawan. Karena mengalihkan pembahasan keluar dari pokok permasalahan juga merupakan stratgey negosiasi.

Prinsip negosiasi kesebelas: Berilah selalu ucapan selamat kepada pihak lawan

Setelah Kita melakukan negosiasi, Kita harus selalu memberi ucapan selamat kepada pihak lawan. Berikanlah ucapan selamat kepada mereka walaupun menurut Kita mereka melakukan negosiasi dengan buruk. Katakan saja “Wah, Kamu melakukan negosiasi dengan baik. Saya sadar bahwa Saya tidak mendapatkan kesepakatan sebagaimana yang Saya harapkan, tapi sejujurnya, negosiasi tadi sangat berharga karena Saya belajar banyak tentang negosiasi. Kamu memang hebat.” Ingat, Kita juga ingin pihak lawan Kita merasa menang dalam sebuah negosiasi.

Okay, itu dulu pembahasan tentang prinsip negosiasi. Next, Kita lanjutkan lebih detail ke tehnik2nya ya. Sekali lagi, ini harus dipraktekkan agar insting Kamu makin tajam dan makin jago negosiasinya. Nah, biar makin jago, yuk ikutan main BIGGER BETTER gamesnya. Ini video cuplikan tim The Pengusaha yang kemarin main games ini. Kamu mau join? Klik aja tulisan ini ya! 😉

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo