pexels-photo-46924.jpeg

Dilansir dari The Independent, Rabu (2/12/2020), aplikasi pesan instan populer, WhatsApp akan memperbarui pelayanannya pada 2021 mendatang. Pembaharuan tersebut difokuskan pada layanan terkait privasi data pengguna. Pengguna aplikasi akan ‘dipaksa’ untuk menyetujui aturan mengenai kebijakan privasi baru WhatsApp. Apabila tidak menyetujui, pengguna tidak akan dapat mengakses WhatsApp.

Tangkapan layar atau screenshot soal ‘Pembaruan Persyaratan dan Kebijakan Privasi’  yang dibagikan oleh WaBetaInfo, yang dikutip oleh The Independent, Rabu (2/12/2020) menginfokan tentang bagaimana aplikasi perpesanan yang paling populer tersebut memproses data penggunanya.

“Dengan menekan setuju, Anda menerima aturan baru, yang akan akan diterapkan pada 8 Februari 2021. Setelah tanggal ini, Anda akan perlu menerima aturan baru ini untuk terus menggunakan WhatsApp atau Anda bisa selalu menghapus akun Anda,” sebut WhatsApp, dikutip Minggu (6/12/2020), diwartakan oleh CNBC Indonesia, Minggu (6/12/2020).

Mengutip The Independent, dilansir dari CNBC Indonesia, juru bicara WhatsApp menyatakan perubahan kebijakan terkait dengan bagaimana para pebisnis dapat beroperasi di platform itu dan berinteraksi dengan pengguna. Pelanggan kemungkinan akan diinfokan mengenai aturan baru beberapa pekan mendatang.

Menilik perjalanan kebijakan privasi WhatsApp, Pavel Durov, pendiri aplikasi perpesanan Telegram, salah satu kompetitor WhatsApp, menyatakan, “Melihat ke belakang, belum ada satu haripun dalam perjalanan 10 tahun WhatsApp saat layanan ini aman”, dikutip dari The Independent, Kamis (16/05/2019). Mengutip dari Telegra.ph, Rabu (15/05/2020), Pavel menambahkan “WhatsApp memiliki sejarah yang konsisten – dari mulai nol enkripsi pada awalnya, hingga serangkaian masalah keamanan yang anehnya cocok untuk tujuan pengawasan.”.

Pavel juga menyatakan di blog tersebut, aplikasi WhatsApp bukan open source atau sumber terbuka, artinya, peneliti keamanan tidak dapat dengan mudah memeriksa kerentanan dalam perangkat lunak. Hal tersebut dapat memungkinkan pemerintah dan peretas untuk membuat backdoor. Menggunakan istilah yang dikutip dari Niagahoster, Backdoor adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan tanpa harus melalui proses autentifikasi.

The Independent, Kamis (16/05/2020) juga menambahkan, bahwa WhatsApp memperkenalkan enkripsi end-to-end untuk setiap bentuk komunikasi di aplikasi pada tahun 2016 yang bertujuan untuk mencegah pesan dibaca oleh orang selain yang mengirim dan menerimanya. Namun begitu, pakar keamanan menyatakan bahwa mengandalkan enkripsi end-to-end tidaklah cukup untuk melindungi privasi dan keamanan bagi pengguna aplikasi perpesanan.

Diberitakan oleh Amalia Fadhila, dirilis oleh Aryo

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo