man and woman near table

Rencana merger yang akan dilakukan Grab dan Gojek telah berkembang pada kesepakatan untuk menyatukan bisnis mereka yang akan menjadi merger perusahaan teknologi paling besar di Asia Tenggara, dilansir dari Bloomberg.com, Rabu (2/02/2020). Kedua startup raksasa ini telah menyamakan persepsi mereka yang sempat bertentangan. Namun begitu, beberapa bagian dalam kesepatakan masih perlu negosiasi. Detail kesepakatan yang final sedang diproses oleh para pemimpin senior dari setiap perusahaan, yang juga turut disertai oleh Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp, investor besar dari Grab.

Co-founder Grab, Anthony Tan akan menjadi Chief Executive Officer dari penggabungan dari kedua perusahaan. Di lain sisi, Eksekutif Gojek akan menjalankan bisnis gabungan di Indonesia dalam naungan brand Gojek. Kedua perusahaan mungkin akan berjalan secara terpisah dalam periode waktu yang akan diperpanjang. Tujuan inti dari kombinasi kedua perusahaan ini adalah untuk menjadi perusahaan publik, diwartakan oleh Bloomberg.com,  Rabu (2/12/2020).

shiny yellow taxi driving along busy street in downtown
Ilustrasi Jasa Antar, Photo by Tim Samuel on Pexels.com

Perwakilan dari Grab, Gojek, dan Softbank enggan untuk berkomentar. Percakapan yang terjadi masih cair dan belum mencapai transaksi. Kesepakatan akan membutuhkan persutujan secara regulasi dan pemerintah mungkin memiliki perhatian terhadap undang-undang yang melarang penggabungan industri terkait dengan penggabungan dua binsis transportasi massal yang berbasis digital dalam daerah tersebut.

Grab dan Gojek telah bertarung secara sengit untuk mendominasi bisnis pengantaran makanan dan pembayaran digital dalam beberapa tahun terakhir. Investor telah menekan bagi mereka untuk menyatukan kekuatan dalam Asia Tenggara untuk mengurangi pembakaran uang dan mebuat salah satu perusahaan teknologi yang paling kuat di daerah tersebut. Grab, yang hadir dalam 8 negara, terakhir kali bernilai lebih dari $14 milliar, sedangkan, Gojek yang bernilai $10 milliar beroperasi di Indonesia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Ilustrasi Taksi New York

SoftBank telah menekan untuk kesepakatan sejak Son melakukan kunjungan ke Indonesia pada Januari lalu, tetapi dia frustasi dengan progress yang minim. Persaingan lama dan perselisihan antara kepribadian dari kedua pemimpin perusahaan telah menyebabkan negosiasi yang buntu pada masa yang lalu, dilansir dari Bloomberg.com, Rabu (2/12/2020).

Kenaikan Sea Ltd menjadi kekuatan baru dalam perdagangan elektronik dan pembayaran elektronik telah mendorong percakapan antara Grab dan Gojek. Perusahaan pembayaran elektronik yang berbasis di Singapura, ShopeePay, telah mendapatkan pasar dengan sangat cepat, dibantu oleh semakin populernya platform perdagangan digital, Shopee. Hal tersebut menantang para pemimpin GoPay dan Ovo yang didukung Grab di Indonesia.

Perjalanan cepat Sea dari perusahaan rintisan menjadi perusahaan paling berharga di Asia Tenggara dalam 10 tahun terakhir telah menjadi “inspirasi terbesar” bagi perusahaan teknologi lokal belakangan ini, kata Rohit Sipahimalani, kepala strategi investasi di Temasek Holdings Pte, dalam sebuah wawancara pada peluncuran laporan e-Conomy pada bulan November. Sea go public pada 2017 setelah mengumpulkan lebih dari $ 720 juta dari investor dan sekarang memiliki nilai pasar mendekati $ 88 miliar, dilansir dari Bloomberg.com, Rabu (2/12/2020)

“Masyarakat kini melihat bahwa pasar publik adalah alternatif yang layak bagi perusahaan teknologi di Asia Tenggara,” kata Sipahimalani, yang perusahaannya adalah investor di Gojek. “Namun mereka juga menyadari bahwa mereka perlu mencapai skala tertentu, itulah mengapa jalur IPO menjadi lebih menarik. Saya pikir itu mengarah pada beberapa dialog seputar penggabungan dan konsolidasi di wilayah ini. “

Ia enggan untuk berkomentar pada kesepakatan Grab dan Gojek, juga menambahkan bahwa perusahaan investasi milik negara Singapura tidak ikut serta dalam negosiasi.

Berita ditulis kembali oleh Amalia Fadhila, diterbitkan oleh Aryo.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo