afif-kusuma-aMl7QzpzYdA-unsplash

Pimpinan SoftBank Group Corp., Masayoshi Son semakin mendesak Anthony Tan, Co-Founder Grab Holdings Inc. untuk merger dengan Gojek, dilansir dari Bloomberg.com

Poin utama yang jadi perdebatan adalah apakah kedua perusahaan betul-betul digabung secara operasional, atau Grab yang akan mengakuisisi Gojek di Indonesia. Anthony Tan cenderung memilih akuisi, yang akan memberinya kontrol lebih, serta dapat menjalankan Gojek sebagai anak perusahaan dari Grab.

Sementara itu para pemegang saham Gojek mendorong bentuk merger berupa kombinasi seantero Asia Tenggara, karena akan lebih banyak bisnis yang tergabung.

Namun, sumber dari Bloomberg mengatakan bahwa SoftBank frustrasi dengan persaingan Gojek dan Grab. Son mendesak keduanya bergabung sejak ia datang ke Indonesia pada pertengahan tahun lalu.

Grab memang telah mengembangkan layanannya menjadi pesan antar makanan dan aplikasi pembayaran daring, serta bertujuan membuat super app untuk se-Asia Tenggara. Namun, kerugian perusahaan mulai terasa dampaknya. Apalagi dengan adanya pandemi saat ini dan kerugian WeWork yang juga di-backup oleh Softbank.

Grab dan Gojek memang telah terlibat persaingan sengit beberapa tahun terakhir. Ide merger ini akan mengurangi aksi “bakar uang”, dan akan memunculkan salah satu perusahaan berbasis internet terkuat di Asia Tenggara dan Timur.

Gojek saat ini beroperasi di Indonesia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sementara Grab beroperasi di Singapura, Malaysia, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, serta Jepang.

Selain persaingan sengit ini, para pendana juga mengkhawatirkan kompetitor yang sedang naik daun, Sea Ltd. induk perusahaan dari Shopee dan ShopeePay yang meluncurkan IPO-nya pada 2017 lalu. SeaLtd. saat ini bernilai USD$ 80 miliar, dan berkembang dengan sangat cepat se-Asia Tenggara.

Grab juga sedang mencoba untuk menyegarkan kembali keuangan mereka, dan sudah terlibat diskusi dengan Alibaba Group Holding Ltd. untuk pendanaan senilai USD$ 3 Miliar, menurut laporan dari Bloomberg. Tercatat saat ini Grab telah “membakar uang” sebanyak USD$ 200 juta pada tahun 2019. Sementara Gojek mengembangkan sistem pembayaran GoPay-nya, dan membantu 400,000 micro-merchants di Indonesia untuk menggunakan sistem pembayaran tersebut.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo