pexels-photo-5408689.jpeg

Banyak orang yang sering menganggap rencana tahunan adalah yang terbaik. Sehingga membuat rencana dengan periode 12 bulan. Membuat rencana Desember terasa begitu jauh. Sayangnya ternyata justru hasil gagal atau sukses ditentukan pada ujung waktu. Karena apa? Tak ada motivasi yang lebih hebat selain ujung waktu. Sekarang bayangkan jika energi ini tersemat di setiap mingggu sepanjang tahun. Maka periodisasi salah satu caranya. Cara ini awalnya digunakan ara atlet. Mereka belajar satu keahlian dalam satu waktu selama satu periode. Setelah 4-6 minggu, maka mereka pindah ke periode berikutnya sesuai urutan yang di tentukan.

Sistem 12 week ini dirasa baik karena memotivasi untuk memamnfaatkan waktu, mengingat jaraknya yang dekat. Kuncinya adalah selarasakan visi jangka panjang  anda dengan target jangka pendek.Pikirkan dan saring mana yang benar-benar ingin anda raih. Setelah visi anda sesuai maka tentukanlah rencana. Karena visi tanpa rencana hanyalah angan. bekerja menurut rencana juga membantu mengurangi kesalahan serta menghemat waktu dan membuat fokus. Sertakan target selama 12 minggu. Setelah berjalan waktu, ukurlah pencapaian kamu dengan memberikan skor. Ingat, pemberian skor bukan untukmengecilkan hati pada saat gagal. Akan tetapi mengevaluasi di titik mana eksekusi kita dalam target itu yang belum maksimal.

Memiliki kegiatan adalah hal yang dimiliki seseorang, namun yang membuat kamu berbeda adalah jika kamu menghabiskan waktu dengan tujuan. Maka bentuklah jadwal untuk kegiatan kamu.Usahakan kurangai interupsi. Bentuk penjadwalan strategi ( tanpa selingan) selama tiga jam dapat menentukan Kecerdasan dan kreativitas anda dalam menghasilkan terobosan. Penjadwalan selingan (tidak penting) sekitar 30 menit dalam sehari ini unutk melakukan hal-hal yang tidka terlalu penting. Penjadwalan bebas sekitar 3 jam ini penting! Ada yang bilang ‘all work no play makes jack a dull boy’. Kalau gak rehat, nanti kita hilang sisi kreatifnya.

Untuk realisasinya, bentuklah atau tulislah target dengan batas waktunya.

Contoh target anda adalah turun berat badan 5 kilogram. Maka taktik nya adalah defisit kalori dengan batas waktu setiap minggu.

Jika diterapkan untuk diri sendiri maupun tim, pasti dapat berpengaruh pada performa. Tapi jangan lupa soal beberapa hambatan yang bisa membuat 12 week  year ini tidak maksimal. Diantara hambatan itu adalah kurang fokus, tidak sejalan dengan visi, tidak sederhana dan tidak berarti bagi diri kamu sendiri. Melakukan kegiatan ini bersam aorang lain juga lebih baik. Mengadaakan pertemuan pertanggungjawaban mingguan untuk memonitor kegiatan miingguan untuk mengecek kegiatan satu sama lain juga dapat mempengaruhi. Satu sama lain bisa saling memberikan motivasi atau koreksi.

Resensi buku “The 12 Week Year” karya Brian P. Moran ini ditulis oleh Laila Fitriyati, diterbitkan oleh Aryo.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo