Photo-Erick

Pandemi telah berjalan hampir sepanjang awal hingga pertengahan tahun 2020. Kini telah memasuki kuartal terakhir. Tak terhitung lagi bisnis yang terdampak akibat adanya pandemi ini. Sebagai contoh di industri migas, Chevron memangkas 25 persen tenaga kerja hasil akuisisi Noble Energy bulan ini. Sementara Exxon Mobil akan menghilangkan 15 persen karyawan, lalu Shell juga berencana memangkas sekitar 10 persen. Cenovus juga akan mem-PHK 25 persen karyawan setelah membeli saingannya Husky Energy.

Data dari Rystad Energy mengatakan, total terdapat lebih dari 400.000 tenaga kerja yang mendapat PHK. Meski beberapa industri mempunyai potensi untuk dipekerjakan dalam industri lain dengan bidang pekerjaan yang sama (seperti cerita tentang kolaborasi tenaga kerja berikut ini), tentu saja tidak bisa seluruhnya digantungkan pada segmen bisnis tersebut.

Erick Thohir mempunyai pengalaman mengatasi bisnis yang sedang betul-betul jatuh. Menteri BUMN RI ini pernah mengalami krisis dalam bisnis yang dia bangun sendiri, hingga dia harus rela melepaskan hobi-hobinya untuk menyelamatkan bisnisnya.

“Waktu itu saya melepas hobi-hobi saya, motor tua, lukisan, kalau ga salah ke Mas Rosan dan almarhum Andre saya pinjam 1 bulan,” kata Erick dalam tayangan virtual, dilansir oleh cnbcindonesia.com. Rosan yang dimaksud adalah sahabatnya, Rosan P Roeslani, salah satu pendiri Recapital dan kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Sementara Andre yakni Direktur Corporate Affair PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Andre J Mamuaya yang sudah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012).

Dia bercerita, kesulitan yang dihadapinya ini lantaran ekspansi berlebihan yang dilakukannya. Namun sayangnya ekspansi tersebut tak dibarengi dengan pendapatan yang lancar yang diterima dari pengiklan, ungkapnya.

“Dulu pilihannya, kurangi pegawai, tutup usaha, atau pinjaman dari bank, lalu melakukan sources [sumber daya] yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam krisis, mau tidak mau pengusaha harus mengambil risiko untuk keberlangsungan bisnisnya. Risiko yang diambil akan berdampak pada kondisi perusahaan nantinya.

“Di masa krisis, kita harus berani ambil keputusan. Kalau kerja dengan hati, produk yakin ada, market tetap jalan, itu challenge sebagai pengusaha. Kalau secara profesional, kita pikirkan risikonya. Kita sebaiknya ambil risiko,” ujarnya.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo