daud

Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya berkat Daud Suroto, seorang dokter hewan yang telah mengembangkan sentra susu sapi di Glagahrejo sejak tahun 1993. Ia menjadi sosok inspiratif bagi peternak lainnya.

Daud dianggap berhasil menjadikan Glagaharjo sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi yang menjadi cikal bakal bagi lebih dari 500 peternak sapi menghasilkan 8.400 liter susu sapi per hari yang dipasok ke beberapa perusahaan industri susu besar di Indonesia, tiga di antaranya adalah Nestle, Ultra Jaya, dan Sari Husada, dilansir dari Media Indonesia, Rabu (02/12/2020).

white and brown cow on brown soil
ilustrasi Sapi Perah, Photo by cottonbro on Pexels.com

Diwartakan dari Radar Jogja, Jumat (02/12/2020), Daud menyatakan bahwa sebelumnya peternak sapi hanya menggantungkan penghasilannya dari penjualan sapi potong yang sifatnya musiman, seperti pada hari Raya Idul Adha. Lalu, dirinya menggerakkan kawan-kawan peternak di daerahnya untuk membentuk Koperasi Peternak Sarono Makmur sebagai tempat bagi para peternak lokal untuk menghasilkan susu sapi secara berkelompok.

Pada awalnya, anggota koperasi ini hanya beranggotakan lima peternak. Seiring perkembangannya, jumlah anggota meningkat secara signifikan menjadi 500 peternak. Bahkan, anggotanya tidak lagi hanya berada di Desa Glagaharjo, seperti di antaranya di Desa Kepuharjo, Kabupaten bantul; Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta; Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul; Desa Balerante, Klaten; dan beberapa desa kecamatan di Magelang dan Boyolali.

Usaha sapi perah ini sempat terhalang erupsi Merapi pada tahun 2010. Dampak dari bencana tersebut menjadikan peternak merugi hingga Rp 22 miliar. Fasilitas kandang dan alat yang ada rusak dan tidak dapat digunakan. Diwartakan dari Yogya iNews, Rabu (02/12/2020), beruntung mereka menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2007 yang menggerakkan kembali usaha sapi perah tersebut. berkat kerja keras dan semangat untuk bangkit, Daud meraih juara 1 Local Hero Award 2020 yang diselenggarakan oleh pertamina.

Pejabat sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Arya Yusa Dwicandra, menyatakan bahwa acara Local Hero Award merupakan sebuah ajang untuk mengapresiasi tokoh inspiratif yang menjadi penggerak dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, utamanya pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan Pertamina, dilansir dari Radar Jogja, Jumat (02/12/2020).

Berita ditulis oleh Amalia Fadhila, dirilis oleh Aryo.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo