abundance bank banking banknotes

Dilansir dari Medcom, Rabu (26/08/2020), pemerintah menggulirkan program stimulus baru yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro mulai akhir Agustus 2020. Pembiayaan ini menargetkan pekerja yang terkena Pemutusah Hubungan Kerja (PHK) dan ibu rumah tangga produktif. Dikutip dari Tirto, Minggu (23/08/2020), Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa ia berharap serangkaian kebijakan stimulus termasuk KUR Super Mikro bagi usaha mikro rumah tangga, pekerja informal, dan buruh korban PHK ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

KUR Super Mikro berbeda dengan KUR Ultra Mikro, yaitu program yang telah diluncurkan pemerintah sebelumnya. Pada KUR Super Mikro, penyaluran dana dilakukan oleh perbankan, bukan lembaga keuangan mikro (LKM). Sementara, pembiayaan Ultra Mikro (UMi), yang merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro di lapisan terbawah dan belum bisa difasilitasi perbankan. Pada pembiayaan segmen usaha ultra mikro, Pemerintah membentuk Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP) sebagai unit yang bertugas dalam mengkoordinasikan pembiayaan kepada lembaga penyalur pembiayaan, seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, dan koperasi, hal tersebut dikutip dari Republika Selasa (03/11/2020).

“Perbedaannya, ultra mikro disalurkan via nonbank seperti LKM dan diberikan kepada semua usaha. KUR super mikro disalurkan via perbankan dengan target pekerja yang di PHK dan ibu rumah tangga,” papar Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian  kepada Medcom, Rabu (26 Agustus 2020).

waiter preparing food truck for service in park
Ilustrasi Usaha Kecil, Photo by Kampus Production on Pexels.com

Pinjaman KUR Super Mikro, dengan plafon maksimal Rp10 juta ini bisa diakses dengan agunan pokok berupa usaha atau proyek yang dibiayai KUR dan tidak diperlukan agunan tambahan. Sedangkan, UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

 “Suku bunga KUR Super Mikro ditetapkan sebesar 0% sampai dengan 31 Desember 2020 dan 6% setelah 31 Desember 2020 dengan jumlah kredit maksimum Rp10 juta,” ujar Airlangga Hartarto pada 13 Agustus 2020, dalam siaran pers resminya, diwartakan oleh Tirto, Minggu (23/08/2020).

Diwartakan oleh CNBC Indonesia, Jumat (16/10/2020), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik penugasan dari Pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro dengan plafon kuota sebesar Rp 10 triliun. Penugasan penyaluran untuk skala super mikro ini mempertegas perseroan yang selama ini memiliki DNA mikro dan komitmen memberdayakan UMKM sesuai semangat go smaller, go shorter dan go faster.

Dilansir dari Republika, Selasa (03/11/2020), Sampai 2 November lalu, BRI sudah menyalurkan Rp 5,20 triliun KUR Super Mikro bagi 590 ribu debitur. Sedangkan, pada KUR Ultra Mikro, sampai 20 Oktober, Sri Mulyani Indrawati, menteri Keuangan mengatakan pembiayaannya telah mencapai 3,3 juta masyarakat penerima, dimana 565.000 UMKM menerima pembiayaan melalui akad syariah yang disalurkan melalui koperasi syariah yang menjadi lembaga penghubung, dikutip dari Tempo, Kamis (22/10/2020).

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo