erik-mclean-XcX-D0FZ5fg-unsplash

Branding sering disalahartikan sebatas visual-look. Yes, itu memang bagian dari branding. Tetapi coba bayangkan produk favoritmu: Apakah saat mereka mengganti logo atau tampilan visualnya kamu akan langsung berpindah brand? Belum tentu, kan?

Mulai ketika kamu bercerita ke temanmu tentang bisnismu, apakah sudah launching website, atau sudah punya asisten untuk pekerjaanmu, di dalam cerita tersebut sudah ada brand yang ingin kamu tanamkan dalam benak temanmu. Menurut Brian Collins (dalam kolom “How To: Find Your Brand”, The Entrepreneurs issue 02, 2020), kamu perlu betul-betul menjaga “cerita” tersebut. Sadar. Anggap sebagai aset yang paling berharga di era saat ini, yaitu era di mana mencari atensi (terhadap ceritamu) itu lebih berharga daripada mencari ide bisnis baru.

Seseorang membangun brand dimulai dengan dua pertanyaan:

  • Pertama, apa yang menjadi keyakinanmu? Pertanyaan ini untuk mengupas otentisitasmu, bahwa apa yang membuat dunia mencarimu karena hanya kamu yang menyediakannya.
  • Kedua, bagaimana kamu bersikap terhadap konsumenmu? Seberapa relevan dengan konsumenmu?

Persilangan antara keyakinanmu dan bagaimana kamu bersikap terhadap konsumen, terdapat brand. Brand yang baik akan terhubung seamlessly antara apa yang dijanjikan, dengan apa yang dilakukan. Kamu perlu mengenali bahwa orang saat ini tidak hanya membeli produk kamu, tetapi 5w + 1h (what, when, why, where, who, and how) kamu

Mungkin, kamu sudah sibuk dengan mengurusi berbagai masalah harian bisnismu, namun, coba pertanyakan hal ini ke dalam dirimu sendiri:

  1. Kenapa bisnismu harus ada? Apa yang memotivasi hal tersebut?
  2. Masalah apa yang ingin diselesaikan, dan kenapa harus?
  3. Apa benefit fungsional dan emosional produk kamu?
  4. Kenapa orang harus percaya sama produk kamu, mana buktinya?
  5. Kalau kamu meninggal, apakah orang akan peduli? Jika iya, siapa?
  6. Kamu ingin meninggalkan sebuah warisan untuk siapa?

Tantangan terbesar pengusaha adalah buta arah ke mana selanjutnya harus melangkah. Brand yang baik akan sangat membantu kamu dan tim bisnismu untuk tetap fokus, termotivasi, dan berada dalam satu barisan.Tentu saja, yang paling mendebarkan saat tantangan tersebut terselesaikan, akan muncul satu gairah baru dengan pertanyaan: “Yuk, selanjutnya kita bisa ngapain nih?”

*disarikan dari kolom How To: Find Your Brand dalam majalah “The Entrepreneurs”, issue 02, 2020

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo