kyaw-tun-k6BHLfw_jUg-unsplash

Bisnis musiman belum padam, terasa seperti ketika hype Ikan Louhan atau tanaman Gelombang Cinta (Anthurium plowmanii). Setidaknya saat ini sedang terjadi untuk tanaman “Janda Bolong” (Monstera adansonii) dan Ikan Cupang (Betta splendens).

Melansir dari Peta, ikan cupang ini tergolong individu yang sensitif dan kompleks. Meskipun perawatannya mudah, namun ikan cupang mudah sekali stres ketika hanya dieksploitasi untuk modal jual-beli, tanpa mendapatkan perawatan yang baik.

Jenis ikan satu ini berasal dari Asia dan sangat mudah ditemukan di daerah Asia Tenggara, seperti Thailand hingga Indonesia.

Ikan cupang juga merupakan spesies ikan tropis yang dapat hidup dengan mudah di rawa-rawa. Ikan cupang memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut dengan labirin. Alat pernafasan tambahan ini berperan untuk mengambil oksigen langsung dari udara.

Meski demikian, bukan berarti kita dapat sewenang-wenang untuk merawatnya, karena kemampuan bertahan hidupnya. PETA menambahkan beberapa poin perawatan ikan cupang:

  • Ikan cupang sudah banyak yang diternakkan dari tempat-tempat jauh, jangan menambah stres dengan hanya menempatkannya pada wadah kecil dan “sendirian” alias tidak ada ruang jelajah. Tambahkan beberapa hiasan seperti gua, tanaman hias, atau kerikil. Artinya, ikan cupang juga perlu tempat yang cukup besar seperti akuarium.
  • Ikan cupang termasuk golongan karnivora. Jadi, tentu saja memberinya pakan dengan tanaman adalah keliru. Secara alamiah, ikan cupang memangsa serangga dan larva serangga. Jika menggunakan pakan pelet, hindari pemberian berlebihan karena dapat meracuni air di dalam wadah/akuarium.
  • Pada dasarnya ikan cupang hanya agresif dengan sesama pejantan cupang, dan dapat hidup berkelompok dengan jenis ikan hias lainnya. Ikan cupang betina dapat dengan damai hidup di sela-sela gua buatan dan bertemu jenis ikan lainnya. Namun, jika terdapat agresifitas yang tidak diharapkan, berikan tempat khusus hingga intensitasnya mereda.
  • Dilansir dalam PetMD, ikan cupang kenal dengan pemiliknya, lho. Ikan cupang bisa saja merasa excited dengan berenang beputar-putar karena diberi makan, atau jika pemilik menambahkan hiasan baru untuk dijelajahi.Secara prinsip, tidak ada ikan yang “boleh” hidup dengan jumlah air kurang dari 10 galon atau setara 37,8 liter. Namun, ikan cupang memiliki standar yang lebih rendah yaitu hanya 5 galon. Tetapi, more is better. Dengan memastikan air bebas klorin dan setting aliran air arus kecil, air siap digunakan ikan cupang untuk tempat tinggal.

Bagaimana, tampaknya sangat menarik untuk dijadikan sekadar hobi ya? Atau justru tertarik untuk ikut membudidayakannya? Satu atau keduanya, tetap utamakan hak ikan cupang untuk mendapatkan perawatan yang semestinya agar tetap sehat dan panjang umur, dan tentu bernilai tinggi untuk dijual kembali.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo