housing complex

Akhirnya, setelah beberapa bulan menghadapi situasi pandemi, industri properti yang mengalami keterpurukan (baca: Pandemi Corona Bikin Bisnis Properti Makin Terpuruk) mendapat angin segar kembali setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani memperluas subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Menurut Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), memang dibutuhkan kebijakan luar biasa atau extraordinary untuk menyelamatkan industri properti nasional. Industri properti merasakan dampak yang sangat besar. Okupansi hotel tingkat hunian sudah turun 90%, penyerapan ruang ritel/mall anjlok 75%, penyerapan perkantoran turun 74,6%, dan penjualan rumah komersial anjlok 50%.

Dilansir dari cnnindonesia.com, adanya perluasan tersebut adalah bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Perluasan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138 tahun 2020, tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin dalam rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. Tata cara tersebut mengganti PMK Nomor 85/2020 disahkan Sri Mulyani pada 25 September 2020.

Syarat subsidi bunga KPR adalah:

  1. Diberikan kepada debitur perbankan atau perusahaan pembiayaan sampai dengan rumah tipe 70.
  2. Memiliki plafon kredit maksimal Rp 10miliar.
  3. Mempunyai baki kredit/pembiayaan sampai dengan 29 Februari 2020.
  4. Mengantongi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  5. Tidak termasuk Daftar Hitam Nasional untuk plafon kredit di atas Rp 500juta
  6. Memiliki kategori performing loan lancar (kolektabilitas 1 atau 2) per 29 Februari 2020.

Subsidi bunga diberikan dalam jangka waktu paling lama 6 bulan, berlaku 1 Mei 2020 – 31 Desember 2020, dengan besaran subsidi bergantung besar plafon kredit (maksimal 25%).

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo