s-o-c-i-a-l-c-u-t-7KkDiSs5UdQ-unsplash

UMKM Indonesia mempunyai posisi yang cukup dilematis: di satu sisi menjadi kelas usaha yang paling besar dan paling dibanggakan karena jumlahnya mayoritas, namun, di sisi lain pandemi betul-betul “menelanjangi” UMKM mana saja yang siap dan tidak saat dihadapkan pada suatu tantangan besar. Berikut Ini adalah 5 strategi yang bisa Anda gunakan sebagai pelaku bisnis UMKM untuk menolak kalah saat pandemi. Dikutip dari Alwathan Sofyan – Mentor Perencanaan Bisnis dan Pengelolaan SDM.

  1. Inilah Saat Terbaik untuk Melakukan Evaluasi Tim

Susun kembali struktur tim yang lebih ramping dan segerakanlah melepaskan karyawan yang memiliki kinerja buruk karena ini memontumnya. Mereka akan menjadi penghambat pada kemajuan perusahan Anda kedepan.

  1. Ini Saat yang Terbaik Melakukan Efisiensi Penggajian Karyawan

Evaluasi pola gaji yang selama ini berjalan. Gunakan sistem penggajian berbasis kinerja dan berikan bonus lebih berdasarkan target penjualan daripada gaji pokok yang diterima, sehingga ke depan lebih efisien dalam pengelolan keuangan. Tim pun akan menjadi lebih proaktif dan produktif.

  1. Fleksibel dalam Metode dan Peka Melihat Peluang Saat Ini

Di tengah pandemi saat ini, segementasi pasar berubah dari gaya hidup bahkan produk yang berbasis fungsi pun juga beralih. Sekarang kebutuhan pasar lebih pada kebutuhan dasar yang berhubungan dengan urusan perut dan kesehatan. Jangan rigid dengan bisnis yang ada sekarang, jangan kaku bahwa bisnis harus sesuai dengan passion Anda. Beradaptasilah dengan kebutuhan pasar. Jika harus mengubah haluan bisnis, arahkanlah pada kebutuhan pokok terutama yang berbasis pada ketahanan pangan dan ketahanan kesehatan. Dua bidang itu adalah pasar yang sangat luas dan punya kebutuhan besar saat ini.

  1. Memasarkan Sambil Bersedekah

Jual produk Anda tapi sertakanlah produk pendampingnya sebagai bentuk kepedulian pada kemanusiaan. Yakin saja setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan ketulusan maka semesta akan bekerja untuk mempermudah rejeki Anda. Jika Anda ingin menjual bahan pokok misalnya, maka selipkan masker gratis sebagai bagian dari kepedulian, begitupun sebaliknya. Gunakan dwitunel pangan dan kesehatan untuk menjadi pendamping produk dan bersedekahlah dengan sistem silang satu sama lain.

  1. Maksimalkan Jejaring Sosial Untuk Pemasaran Dan Sedekah Anda

Jangan hiraukan atas penilaian orang seperti “bersedekah kok pamer”. Niatkan saja Anda tengah menyebarkan “virus inspirasi” bagi yang lain untuk bersedekah. Itu jauh lebih baik dari mereka yang senang menilai perbuatan orang lain. Meskipun terkesan “pamer” oleh mereka, itu jauh lebih baik dari mereka yang menilai buruk namun tidak ikut berbuat baik untuk kemanusiaan. Namun ingat tetap tuluslah dalam berbuat.

Jika Anda menggunakan marketplace atau fitur Ads dari Facebook dan Instagram, namun, Anda masih belum begitu menguasainya, Anda bisa mengunjungi halaman ini untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo