Nicko-Widjaja_MDI_BRI_2

PT BRI Ventura Investama (BRI Venture) meluncurkan Dana Ventura BVI Saham Alokasi Sembrani Nusantara dengan yang akan fokus memberikan pendanaan bagi startup digital di Indonesia serta dapat mengumpulkan dana sampai dengan Rp 300 Miliar. Dana ventura ini tidak hanya akan fokus pada sektor financial technology (fintech) melainkan EARTH, Education, Agro maritim, Ritel, Transportasi, kesehatan (Health).

Dilansir dari cnbcindonesia.com, CEO BRI Venture Nico Widjaja mengatakan pihaknya mengincar sekitar 10-15 perusahaan rintisan (startup) di early stage, yang dinahkodai oleh founder lokal. Apalagi Indonesia memiliki peran penting dalam ekosistem ekonomi digital di Asean, tertutama dengan pasarnya yang besar.

“Fundraising kali ini Rp 300 miliar, kami sudah ada komitmen dari institusi pendanaan yang lain. Ini bisa mencapai 10-15 dengan sektor EARTH yang dicanangkan, nanti 2-3 tahun buat deployment karena ini early stage jadi tidak bisa cepat juga time line-nya,” kata Nico saat peluncuran, Rabu (24/06/2020).

Kehadiran Dana Ventura Sembrani Nusantara diharapkan bisa mengakselerasi startup lokal dengan menghadirkan produk atau jasa yang berbasis digital baik secara online maupun offline. Pendanaan akan difokuskan untuk seed-growth stage yang terdiri dari seed funding dan pendanaan awal Seri A (Series A).

Nico mengatakan meski situasi saat ini tengah sulit akibat pandemi COVID-19, startup inovatif biasanya muncul di saat krisis seperti ini. Dia menegaskan investment filosofinya tidak akan berubah terutama dengan ekosistem yang semakin mature. Untuk itu BRI Venture tidak hanya mencari startup yang bisa bertahan di masa krisis melainkan keberlangsungan dan inovasinya.

“Startup harus lebih sustain ke depan, yang menjadi penting buat kami startup yang penting bisnis fundamental. Company seperti ini yang kami percaya untuk perkembangan ekosistem di Asean,” katanya.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank OJK Bambang W Budiawan mengatakan startup Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan terutama pada perusahaan modal ventura lokal. Dia mengharapkan di masa krisis ini bisa ada pemain lokal yang memiliki inovasi baru agar bisa tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi positif.

“Kondisi new normal di sisi lain memberikan peluang bagi yang memiliki usaha yang didukung teknologi, terutama di industri kesehatan. Modal Ventura diharapkan bisa mengembangkan jenis usaha ini,” kata Bambang.

Saat ini menurut Bambang ada pergeseran pada pola pendanaan modal ventura Indonesia kepada startup. Dari yang 99% berupa pembiayaan produktif, saat ini equity participation 19%, pembiakan produktif 70%, dan obligasi konversi 4%.

“Pertumbuhan bisnis ventura ini menunjukkan kemauan dari modal ventura lokal. Kami optimis porsi equity participation akan meningkat,” katanya.

(Update terbaru per 11 November 2020 dilansir cnbcindonesia.com: “BRI Ventures, perusahaan modal ventura yang sahamnya dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, berencana berinvestasi di dua perusahaan rintisan lokal. Kedua startup ini berpotensi untuk berkembang dan melantai di Bursa Efek Indonesia. CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara, pada bulan ini perusahaan bersiap untuk berinvestasi di dua startup lokal tersebut”)

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo