carlos-muza-hpjSkU2UYSU-unsplash

Jika bisnis nggak dijalankan selayaknya bisnis, ya bisnis pasti akan gagal. Ada rilis data tentang 20 alasan mengapa startup gagal, yang diambil dari 101 perusahaan seluruh dunia. Namun, sebetulnya hal ini berlaku umum untuk semua bisnis. Kami ambil 3 teratas alasan utama mengapa sebuah bisnis dapat gagal, yang berhubungan dengan hampir seluruh bagian perusahaan.

1) 42%: Marketnya Gak Ada atau Kecil Banget. Ya mau jual ke siapa kalau marketnya nggak ada, dan butuh effort sebanyak apa untuk bisa dapat penghasilan dari market yang sangat kecil? Apakah kamu mengukurnya? Apakah kamu mencoba ide barumu kepada target marketmu? Ide barumu mungkin oke buat kamu, tapi oke nggak buat marketmu? Kalau kamu yakin banget, ya kamu harus memperkenalkan, dong. Nah, tapi ternyata….

2) 29% Ternyata Dananya Gak Cukup. Ini sebetulnya alasan yang sering muncul. Namun, dana pasti digunakan karena sebuah alasan, bukan? Termasuk alasan marketing maupun operasional. Jika alasan tersebut ternyata tidak menghasilkan timbal balik (alias pemasukan), jelas saja bisnis akan kekurangan dana.

Permasalahan dana ini bukan sesederhana kurang dari kebutuhan, tetapi juga berhubungan dengan pricing product yang keliru, proyeksi penjualannya terlalu tinggi, cashflow tidak dikelola dengan baik, atau ketersediaan dananya tidak sebanding dengan planning perusahaan.

3) 23% SDM (Sumber Daya Manusia) yang Kurang/Tidak Kompeten. SDM akan selalu ada dimanapun bagian perusahaan (sekalipun ada robot yang mengendalikan, tidak akan lepas dari campur tangan manusia). Untuk mengoperasikan suatu bisnis, dari pucuk kepemimpinan sampai ke bagian paling teknis dalam sebuah bisnis, pasti melibatkan manusia.

Orang yang berada di bagian sales, perlu memahami betul produknya serta nilai-nilai brand yang ingin ditanamkan perusahaan sebelum mulai menjual produknya. Orang yang berada di bagian produksi perlu mematuhi betul SOP yang ditetapkan perusahaan, supaya standar produksi dapat selalu terpenuhi. Dan, orang-orang pemangku kebijakan punya kewajiban lebih besar, memastikan keputusannya dapat menggerakkan setiap bagian bisnisnya, yang akhirnya, bisnisnya hidup dan dapat menghasilkan.

Jadi, apakah mendirikan, mempunyai bisnis itu gampang? Mmm… mungkin kita cukup memahami bahwa kegagalan ini adalah tantangan tersendiri. Hindari sebuah judgement tentang gampang dan susah. Apalagi, mayoritas kita lebih banyak ditumbuhkan dengan mindset untuk menjadi pekerja/karyawan yang tidak berhubungan dengan bisnis. Wajar saat bergeser untuk mengelola bisnis, tiba-tiba seperti banyak hal baru yang harus kita hadapi.

Tetap semangat dan semoga menginspirasi agar bisnismu dapat berjalan lebih baik!

Menarik untuk Dibagi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Offer

Peluang Bisnis Barbershop

Bikin Brand-mu Sendiri!

Marketplace Mastery

Bersama Weliyan Tanoyo